Cukup 7.500 Rupiah, Kamu Bisa Menjelajahi Surabaya! Penasaran Caranya?


Kamu pasti heran bagaimana bisa uang parkir seharian ini dapat digunakan untuk menjelajahi wilayah Surabaya yang buesaaaaar itu…

…Mengingat Surabaya sendiri adalah kota yang mahal. Bahkan, menurut penuturan beberapa orang, termahal kedua setelah Jakarta.

Sekilas, mungkin terdengar tidak masuk akal kalau jumlah rupiah yang sedemikian kecilnya cukup membawa kalian semua untuk berkeliling Surabaya. Terlebih untuk berkeliling di tempat-tempat yang terkenal… Bahasa lainnya: Mimpi kali, ye! 🙁

Namun, kita perlu berterima kasih pada Balai Pemuda Surabaya, yang membuat hal tersebut menjadi mungkin.

Ya! Cukup dengan mendatangi lokasinya di Tourism Information Centre (TIC) Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo Nomor 15, dan membayar Rp7.500,00 per orang, kita sudah dapat menikmati fasilitas bis ber-AC yang akan membawa kita berkeliling tempat-tempat ikonik Surabaya.

Tempat-tempat yang dikunjungi akan berbeda dari minggu pertama hingga keempat. Berikut ini adalah tempat-tempat yang akan kalian kunjungi bersama bis Balai Pemuda Surabaya tiap minggunya:

Minggu Pertama

Berangkat bersama-sama dari Balai Pemuda, pengunjung pada minggu pertama akan dibawa ke Balai Kota, yang menyimpan berbagai catatan dan fakta sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satu ikon Balai Kota yang paling menarik adalah bunker, di mana bunker ini digunakan para pejuang kemerdekaan Indonesia di masa lalu untuk bersembunyi dari penjajah. Konon katanya, saat ini pintu keluar bunker dapat menembus ke sebuah gereja kuno di Surabaya.

Di minggu pertama ini juga para pengunjung akan disuguhi kekayaan sejarah Indonesia yang terdapat pada banyak museum. Museum yang dikunjungi pada minggu pertama ini adalah Museum 10 November, Museum Surabaya, Museum Kesehatan, dan Museum Bank Indonesia.


Di antara keempat museum yang ada, menurut saya yang paling menarik adalah Museum Bank Indonesia (Museum BI). Museum yang dibangun saat Indonesia masih bernama Hindia-Belanda ini memiliki banyak artefak kuno yang menarik, misalnya ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) dan mesin bank pada jaman pendudukan Belanda.

Minggu Kedua

Bisa dibilang, tempat kunjungan pada minggu kedua ini lebih sedikit dibandingkan di minggu pertama. Sama seperti di minggu pertama, dari Balai Pemuda akan bertolak ke Balai Kota.

Setelah itu, kita akan menuju salah satu tempat bersejarah yang berlokasi sangat strategis di sebelah Plaza Surabaya (Dulu Delta Plaza): Monumen Kapal Selam, atau yang disingkat dengan nama “Monkasel”.


Memasuki Monkasel, para pengunjung dibawa untuk benar-benar merasakan perjuangan bangsa Indonesia menjelajah lautan demi mempertahankan kesatuan negara.

Bagaimana tidak, dalam sebuah kapal selam yang besar namun sangat sempit ini, kita akan melihat tempat tidur yang sangat keras, kabin tua, dapur yang letaknya dekat dengan mesin kapal dan setir kapal, dan foto para pahlawan yang seolah-olah masih “hidup”…

…Setelah itu, dengan susah payah kita keluar dari pintu Monkasel yang bulat namun sempit. Karena itulah, yang berbadan ekstra, lebih baik berusaha menurunkan berat badan terlebih dahulu 🙂

Satu hal lagi yang paling menarik dari minggu kedua ini adalah saat mengunjungi THP Kenjeran. Bukan saja kita akan disuguhi dengan berbagai macam kerupuk ikan hasil karya penduduk setempat, tetapi juga pemandangan dan jembatan yang sangat instagrammable pada siang maupun malam hari.

Minggu Ketiga

Sekilas tempat-tempat yang dikunjungi pada minggu ketiga ini memang hampir sama dengan minggu-minggu sebelumnya: Awal standby di Balai Pemuda, lalu ke Balai Kota.

Demikian pula Museum Surabaya yang sudah dikunjungi pada minggu pertama maupun kedua, dan Monkasel yang sudah ada di minggu pertama…

Tenang saja, minggu ketiga ini tetap menjadi salah satu tour wisata Surabaya termurah yang paling menarik. Hanya pada minggu ketiga, kita dapat mengunjungi salah satu mal murah terbaik di Surabaya: ITC Mega Grosir.

Mal satu ini terkenal dengan batiknya yang murah, beragam warna dan cutting untuk semua jenis kelamin. Dibandingkan dengan mal-mal Surabaya lain seperti Tunjungan Plaza atau Supermall Pakuwon Indah (PTC), bisa dibilang batik made in ITC 2 kali lipat lebih murah. Sudah begitu, pada beberapa stan, kita pun masih bisa melakukan tawar-menawar.

Sedang lapar? Food Court ITC menyediakan berbagai macam pilihan makanan dan minuman dengan harga yang sangat ramah di kantong mahasiswa, dari ujung hingga ujung mal. Di food court ini juga kita dapat mencoba salah satu karya arek Suroboyo: Lapis Kukus Surabaya Pahlawan, dengan harga kurang dari Rp30.000,00 per kotak.

Minggu Keempat

Menurut saya, tempat-tempat yang kalian akan kunjungi bersama dengan bis Balai Pemuda Surabaya di minggu keempat (sekaligus terakhir) ini adalah yang paling artistik sekaligus menarik. Bukan saja transit-nya yang berbeda, tetapi juga tempat-tempatnya yang tidak lazim pada minggu-minggu sebelumnya.

Dalam ketiga minggu sebelumnya, kita sudah tahu kalau setelah dari Balai Pemuda kita akan dibawa ke Balai Kota. Kalau di minggu keempat ini, dari Balai Pemuda, semua pengunjung akan dibawa menuju Taman Budaya Jawa Timur.

Sesuai namanya, di tempat yang berlokasi di Genteng Kali ini, kita akan merasakan kentalnya budaya Jawa Timur, mulai dari desain atap hingga penampilan kesenian di dalamnya. Kalian pun dapat mengecek jam-jam dan hari untuk kursus menari tradisional secara gratis di papan pengumuman yang besar di bagian depan gerbang.

Yang tidak kalah menarik, di minggu keempat ini kita akan dibawa mengunjungi kampung juara bertahan lomba Green and Clean 6 kali berturut-turut, yakni Kampung Lawas Maspati. Selain kaya sejarah, kampung ini juga kerap menjadi jujugan wisatawan asing.

Kalau kalian mengunjungi kampung ini bersama rombongan tanpa memesan dari Balai Pemuda, kalian butuh merogoh kocek 2 juta rupiah per rombongan (minimal 15 orang). Kalau touring bersama Balai Pemuda, itu semua sudah satu paket dengan Rp7.500,00 per orang. Jauh lebih ekonomis, bukan?

***

Sekedar informasi, keempat minggu tersebut dapat kalian pilih dengan mempertimbangkan kuota. Karenanya, lebih baik memesan tiket sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum berangkat. Saya sendiri awalnya ingin minggu keempat, akhirnya justru kebagian minggu kedua 🙁

Informasi lainnya adalah: Tour super-murah ini hanya ada pada hari Selasa, Sabtu, dan Minggu tiap minggunya dan tiap pukul 9 hingga 2 sore. Saat hari H, pendaftar dianjurkan untuk datang ke Balai Pemuda 15 menit sebelum keberangkatan, agar tidak ketinggalan bis.

Kali ini berita buruknya: Kalian juga perlu membawa uang tambahan selama tour, karena tour ini hanya menanggung perjalanan saja. Kalau ingin makan atau membeli sesuatu tetap menggunakan biaya sendiri.

Namun bagaimanapun juga, harga tersebut masih sangat murah. Terbukti, ‘kan, kalau tidak usah mengeluarkan sejuta gebok duit untuk mengunjungi Surabaya? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *