Ini Dia Alasan Terbaik Belajar Bahasa Daerah Dan Apa Saja Yang Harus Kita Persiapkan, Para Wisatawan!

Kita tidak dapat menampik fakta bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang vital bagi orang-orang di seluruh penjuru bumi.

Lebih jauh, bahasa juga adalah pemersatu antar bangsa. Karenanya, adalah wajib bagi para wisatawan untuk dapat berbahasa sesuai dengan negara yang mereka kunjungi.

Yang berarti kalau Anda semua para wisatawan berkunjung ke negara Indonesia, Anda akan lebih disambut apabila Anda menggunakan bahasa Indonesia.

Meskipun benar bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan antar warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetap saja kita tidak boleh melupakan eksistensi bahasa daerah.

Dengan berbagai keunikan daerah yang tersebar dari seluruh penjuru provinsi, Indonesia memiliki berbagai ragam bahasa daerah yang unik dan dapat kita para wisatawan pelajari.

Agar lebih jelas, dalam artikel ini saya akan paparkan mengenai alasan terbaik tentang mengapa belajar bahasa daerah dan apa saja yang dapat kita persiapkan untuk mempelajari bahasa daerah-daerah Indonesia yang ingin kita pelajari.

Inilah ulasan mengenai kedua hal tersebut:

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Dengan berbekal menerima pelajaran Kewarganegaraan yang lengkap, kita sudah mengetahui fakta bahwa merupakan keharusan bagi kita warga negara Indonesia untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, karena hal tersebut telah diulang-ulang dalam setiap pengajaran yang kita terima.

Namun berdasarkan pengalaman pergaulan saya dan beberapa rekan wisatawan lainnya, apabila kita hanya berfokus pada bahasa yang lebih global (dalam hal ini bahasa Indonesia yang diakui secara internasional), kita hanya akan menjangkau orang-orang Indonesia secara umum.

Sebagai hasilnya, pesan yang ingin kita sampaikan mungkin akan diartikan secara berbeda antar masing-masing kelompok suku yang ada. Akhirnya, kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan sebagai wisatawan.

Lain halnya kalau kita menggunakan bahasa daerah, kita akan mampu menjangkau kelompok orang secara lebih spesifik. Pesan yang ingin kita sampaikan pun akan lebih sedikit biasnya.

Misalnya saja ketika kita hendak memesan makanan tertentu pada penjual dari kelompok orang atau suku tertentu, jika kita menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks karakteristik sukunya, kita tidak hanya akan disambut dengan baik namun dapat juga terjalin komunikasi yang baik dan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pentingnya belajar bahasa daerah ini tentu saja tidak dapat berhenti hanya di titik kesadaran pribadi saja. Kita perlu juga mempersiapkan bahasa daerah yang ingin kita pelajari, di mana bentuk-bentuk persiapannya ini akan saya bahas pada bagian berikutnya.

Karena itu, teruskan membaca…

Apa Saja Yang Harus Kita Persiapkan Dalam Mempelajari Bahasa Daerah Yang Unik Di Indonesia?

Beberapa daerah di Indonesia memiliki dialek dan logat yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Beberapa daerah lagi (terutama daerah dominan masyarakat pedalaman) memiliki bahasa daerah khusus yang hanya mereka sendiri yang mengetahuinya.

Atas dasar itulah, saya menyebut bahasa daerah Indonesia dalam headline ini sebagai “unik”.

Jadi, apa saja persiapan yang harus kita lakukan demi menguasai bahasa daerah khas Indonesia yang kita ingin kuasai?

Inilah daftar yang saya buat berdasarkan pengalaman pergaulan saya dengan orang-orang yang pernah atau sedang bertugas atau bertempat tinggal di daerah-daerah berbahasa, dialek, maupun logat “khusus”:

1. Praktek Bahasa Jarak Jauh Dengan Orang-Orang Yang Berhubungan

Yang saya maksudkan dengan “orang-orang yang berhubungan” di sini adalah orang-orang yang pernah ditugaskan di daerah yang bahasanya hendak kita kuasai.

Saya sendiri merekomendasikan mereka yang baru saja pulang dari daerah penugasan mereka, karena bahasa daerah lebih melekat kepada mereka yang baru saja pulang dibandingkan yang sudah lama tidak mengunjungi daerah yang bersangkutan.

Kita dapat belajar dari mereka lewat berbagai macam cara, namun mengingat koneksi internet yang tidak stabil atau tidak ada di beberapa daerah, saya merekomendasikan untuk membuat janji tatap muka setiap beberapa pekan sekali dalam belajar bahasa daerah yang ingin kita pelajari.

Dengan praktek langsung, kita akan memperoleh banyak manfaat dibandingkan hanya belajar dari kamus. Praktek langsung akan memperkaya pengetahuan tentang kosakata, tata cara pengucapan yang benar, dan struktur gramatikal kita dengan cara yang aplikatif sehingga penguasaan bahasa daerah akan lebih cepat kita peroleh.

2. Bertanya Kepada “Orang-Orang Yang Bersangkutan” Tentang Ciri Khas Bahasa Daerah Yang Unik Tersebut

Cara yang lebih teoritis dibandingkan cara pertama yang dapat kita pakai adalah dengan melakukan tanya jawab mengenai ciri khas bahasa daerah yang bersangkutan dengan “orang-orangnya”.

Beberapa bahasa daerah tidak memiliki kamus, dan daerah-daerah tertentu bahkan tidak mengenal aksara dan sangat eksklusif bagi orang luar (termasuk wisatawan), karenanya untuk menemukan jati diri bahasa bangsa tersebut, kita perlu bertanya mengenai ciri khasnya yang paling penting.

Kuncinya, setiap bangsa yang unik memiliki ciri khasnya masing-masing, yang membuat bangsa itu menjadi berbeda.

Ciri khas tidak hanya dapat terdengar dari logat atau dialeknya saja, tetapi juga terlihat dari cara mereka mengerti unsur kebudayaan seperti membuat cerita rakyat atau cara menyelesaikan masalah  tertentu. Apapun itu, ciri khas ini dapat menjadi referensi yang kuat bagi kita untuk mempelajari bahasa daerah yang paling remote sekalipun.

3. Bawa Kamus Saku Ke Manapun Anda Pergi

Cara ketiga dalam hal mempersiapkan bahasa daerah yang ingin kita pelajari ini adalah cara yang paling konvensional, sekaligus cara yang menurut saya hanya dapat dipakai pada saat-saat tertentu saja.

Sebagai wisatawan, Anda dapat membawa dan membaca buku saku mengenai kosakata, tata cara pengucapan, struktur gramatikal, maupun penggunaan bahasa dalam konteks kebudayaan daerah tertentu saat ada kemungkinan dan tempat untuk membaca.

Berikutnya, Anda hanya perlu mengingat-ingat dan menanamkan bahasa yang Anda pelajari dalam buku saku tersebut saat berkomunikasi dengan orang lokal. Jangan lupa juga untuk memakai pikiran pembicara asli bahasa daerah tersebut, agar komponen bahasa benar-benar merasuk dalam diri Anda.

Namun lagi-lagi, cara ini tidak saya sarankan dalam jangka panjang karena tidak mungkin kita menenteng kamus setiap hari dan setiap saat, bukan?

Karena itulah, hendaknya buku saku bahasa hanya menjadi sebatas panduan awal dalam berbahasa daerah.

***

Bagaimana, para pembaca, saat membaca ulasan mengenai bahasa daerah di atas? Sudahkah di antara kita yang telah bersemangat belajar bahasa daerah?

Apapun bahasa daerah yang kita pelajari, biarlah kita juga tidak melupakan asal usul kita sebagai bangsa yang mendiami tanah air Indonesia. Selain itu, biarlah kita pun menikmati keragaman dalam tanah air kita dari sudut pandang yang berbeda, yakni dari bahasa daerahnya.

Siap belajar bahasa daerah?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *