Tidak Selalu Identik Dengan Tegang, Inilah Perusahaan-Perusahaan Tujuan Wisata Di Surabaya

Jam masuk yang teratur, pegawai-pegawai yang berbaris rapi mengikuti briefing sebelum mulai kerja, istirahat yang tergesa-gesa hanya untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan pada hari tersebut…

Sekilas, itulah gambaran ketegangan yang telah menjadi makanan sehari-hari siapapun yang pernah bekerja di kantor, khususnya kantor-kantor perusahaan yang telah menjadi besar.

Sebabnya, makin besar ukuran perusahaan, makin banyak pula pendelegasian maupun jumlah tugas yang dikerjakan. Hal ini menyebabkan beberapa pegawai tidak sempat memiliki waktu untuk keluar kantor.

Saya bahkan mendengar cerita beberapa pegawai yang keluar pukul 12 malam untuk kemudian bangun pukul 6 pagi esoknya dan harus kembali ke kantor lagi pada jam-jam yang tidak jauh dari jam tersebut.

Faktanya, tidak seperti ukurannya yang seolah mengintimidasi, perusahaan besar justru memiliki banyak fasilitas yang terbuka untuk umum, termasuk kalangan wisatawan.

“Hah?!”

Beberapa di antara kita mungkin akan kaget mendengar kalau ada perusahaan-perusahaan tertentu yang membuka diri untuk dikunjungi wisatawan. Bagaimana caranya?

Mengapa tidak melihat pada ulasan artikel ini? Artikel ini akan membahas mengenai perusahaan-perusahaan yang membuka diri untuk dikunjungi wisatawan serta apa saja yang dapat mereka tunjukkan kepada para wisatawan, khususnya yang berada di Surabaya:

PT. Campina Ice Cream Industry Surabaya

Kalau melihat dari nama PT-nya, sebagian besar dari kita mungkin langsung tahu apa produk yang saya maksudkan.

Ya, inilah perusahaan Campina, perusahaan pembuat es krim yang menurut situs ofisialnya telah berkali-kali membuka diri untuk kunjungan rombongan wisatawan.

Sepengalaman saya saat berwisata ke Campina, saya dan rombongan disuguhi berbagai macam pengalaman unik dalam membuat es krim. Kami digiring untuk melihat langsung proses pembuatan es krim secara terperinci dan saya ingat benar bagaimana lelehan cokelat menetes membentuk coating es krim… Hmm, nikmat!

Tidak hanya berhenti di sana, kami pun sempat menerima semacam penjelasan singkat mengenai perusahaan Campina di ruang training-nya yang sepintas mirip dengan ruang pesawat luar angkasa-nya NASA. Serba biru dengan AC yang dingin, membuat kita serasa berada bersama awak kapal terbang luar angkasa.

Psst, sekedar informasi, kalian para wisatawan juga dapat membeli es krim di perusahaan Campina ini dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang di supermarket-supermarket.

Saya ingat, di sini LuveeLitee, satu-satunya es krim vegetarian di Indonesia, harganya 5,5 ribu rupiah, sementara kalau di supermarket-supermarket lain harganya antara 10-11 ribu, bahkan ada yang menjual hingga 17 ribu rupiah. Wow!

House Of Sampoerna Surabaya

Mengapa saya golongkan dalam “perusahaan tempat wisata”? Karena kalau mendengar kata Sampoerna, yang di pikiran saya adalah perusahaan.

Tidak hanya berstatus sebagai terbuka (go public) pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sampoerna juga merupakan tempat wisata yang sangat baik untuk dikunjungi wisatawan manapun. Perusahaan manufaktur (rokok) satu ini memiliki berbagai landmark unik yang tidak dapat kita temui di tempat-tempat lain.

Yang paling saya ingat adalah replika andong. Andong ini adalah kendaraan jaman dahulu, yang biasanya ditarik menggunakan tenaga kuda ataupun tenaga manusia.

Dengan adanya replika andong di House of Sampoerna, salah satu tempat pariwisata Sampoerna, para wisatawan akan diajak lebih menghargai budaya Indonesia, termasuk andong yang adalah kendaraan asli buatan warga Indonesia.

Selain itu, House of Sampoerna juga menyediakan bus pariwisata dengan jam-jam dan tempat-tempat kunjungan yang berbeda-beda. Lewat bus ini, kita para wisatawan akan diajak keliling tempat-tempat bersejarah di Surabaya, seperti Cak Durasim.

Kapan lagi bisa mengenal sejarah lewat wisata dengan perusahaan ternama seperti Sampoerna?

***

Dua di antara perusahaan tersebut untuk sementara ini saya pikir telah sangat berhasil dalam membuka diri pada para wisatawan yang ingin mengunjunginya.

Melalui contoh Campina dengan House of Sampoerna, kita dapat tahu kalau tidak selamanya perusahaan itu menakutkan, tegang, dan bersifat tertutup. Ada juga yang membuka diri, sehingga hal ini juga akan memperluas pengetahuan para wisatawan mengenai perusahaan-perusahaan yang dapat dijadikan tempat wisata.

Iya, ‘kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *